Aplikasi Piggyback

1350753607_448507603_1-Unichip-for-2007-polo-gti-Randburg ema_ultimate

 

Piggy back adalah Engine Management System yang sudah terprogram untuk mengoptimalkan parameter bensin dan pembakaran untuk disampaikan ke standar ECU pabrik untuk menghasilkan tenaga yang maksimum dan mengoptimalkan serta meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Mengapa disebut piggy-back?

Piggy-back dalam arti sesungguhnya adalah menggendong dengan kaki orang yang digendong menjulur kedepan.  Sedang piggy-back pada engine management system disini adalah ECU standar menggendong ECU modifikasi sehingga ECU modifikasi disebut dengan Piggy-back karena digendongkan di ECU standar. Jadi pemasangan piggy-back ini tidak mengganggu ECU standar, hanya mengoptimalkan saja dan dapat distel dari standar sampai paling optimal.

 

DSC01981

Mengapa saya harus memasang piggy-back di kendaraan saya?

Alasan utama untuk anda adalah untuk meningkatkan performa mesin kendaraan. Penambahan torsi dan tenaga yang signifikan di semua rentang putaran mesin dapat anda rasakan. Sebagai tambahan, mesin akan lebih halus, respon yang lebih baik di semua tingkat RPM dan konsumsi bahan bakar yang lebih baik.

Alasan kedua adalah untuk mengoptimalkan modifikasi pada mesin dan sistem pembuangan kendaraan anda. Standar ECU tidak dapat mengatur pembakaran dengan baik apabila ada penggantian headers, muffler, high flow air filters, performance cam shafts, pemasangan turbocharger, supercharger dan lainnya.

Bagaimana piggy-back dapat meningkatkan tenaga pada mesin kendaraan?

Setiap mesin membutuhkan timing pengapian dan rasio udara bahan bakar yang optimal pada tiap putaran mesin dan pembebanan tertentu. Piggy-back dapat mengoptimalkan ketiga hal tersebut dalam kombinasi yang berbeda sehingga dapat disesuaikan dengan gaya berkendara anda.

Berapa kah peningkatan tenaga yang akan anda dapatkan?

Peningkatan 10-30 hp adalah mudah didapatkan dari mesin kendaraan anda, bahkan ada kendaraan yang mengalami peningkatan sampai dengan 50 hp hanya dengan pemasangan piggy-back sendiri. Peningkatan yang akan anda dapatkan tergantung dari kondisi kendaraan anda.

Apa bedanya piggy-back dengan performance chips?

Performance chips hanya menggunakan chip yang terprogram dari pabrik pembuatnya untuk dipasang menggantikan chip standar pada ECU. Penggantian ini hanya di reprogram saja tapi tidak dapat disesuaikan dengan beban dan gaya kita berkendara. Sedangkan piggy-back dapat di program ulang untuk menyesuaikan gaya berkendara, kualitas bahan bakar dan banyak hal lainnya. Peningkatan performance chips yang saya rasakan hanya 5% saja maksimal.

 

Piggy-back merk apa yang harus saya pakai?

Ada bermacam-macam tipe dan jenis piggy-back yang dijual di pasar bebas. Konsultasikan dengan installer nya dan minta masukan dari teman yang sudah menggunakan piggy-back sejenis sehingga anda tidak menyesal nantinya. Sebelum memasang piggy-back, optimalkan mesin kendaraan anda dulu dengan mengganti oli, mengganti semua belt yang sudah rusak, mengganti busi dan beberapa hal lainnya untuk memudahkan setting piggy-back di kendaraan anda.

Piggyback merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa mesin. Perangkat elektronik tambahan di ECU yang berfungsi’mencegat’ dan memanipulasi sinyal dari sensorsensor yang tersebar di mesin dengan tujuan tertentu.

Pendek kata, alat ini bertugas memanipulasi atau menipu ECU standar. Tak harus selalu untuk keperluan yang ekstrim, karena piggyback juga bisa untuk keprluan operasional mesin standar. Misalnya untuk perbaiki pengaturan pasokan bahan bakar dan waktu pengapian yang dibutuhkan mesin untuk dapatkan performa yang lebih baik. Ambil contoh keinginan kita untuk bisa tetap memakai bensin premium, padahal spek mesin mobil yang ada wajib non timbal, disitulah peran piggyback buat atur titik pengapian baru dengan peforma yang optimal agar mesin ngga’ngelitik’.

Dalam dunia balap tentu saja aplikasi peranti ini merupakan menu wajib. Pasalnya, modifikasi atau pergantian komponen mesin seperti Porting, peningkatan kompresi, up grade airintake atau aplikasi exhaust free-flow menyebabkan berubahnya kebutuhan bahan bakar dan waktu pengaPian optimal yang dibutuhkan mesin. Contoh sederhananya bisa dilihat di mobil balap spek Grup N atau yang sekarang berlaga di kelas GTCC (GT Car Championship) kejuaraan nasional balap turing.

Sementara itu pada mobil harian detail aplikasi piggyback seperti hindari unsur yang berlebihan (rich) di putaran tertentu dan ada yang kurang (lean) di titik lain. ltu semua ada saat proses pembakaran, karena sejujurnya pabrikan memang’batasi’ performa puncak dari sebuah mesin pada  ukuran tertentu atas dasar soal safety, Tapi sebelumnya perlu kita tahu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan soal piggyback. Pertama, kemampuan tuning atau setting setiap piggyback itu berbeda beda. Ada produk yang bisa menambah/ mengurangi pasokan bahan bakar sampai 50% dan memajukan-mundurkan waktu pengapian sampai 15 derajat, ada juga yang kemampuannya di atas atau di bawah angka tersebut. Ada piggyback yang dibekali fitur penyimpanan beberapa

MAP yang berbeda sampai kontrol turbo.

Perbedaan ini disebabkan sofware dan hardware yang dipakai di piggyback tersebut. Kedua, kenaikan tenaga atau  torsi dari piggyback itu bervariasi. Namun, rata-rata up grade piggyback bisa dongkrak tenaga 10-1 5%. Kecil? Tentu tidak, karena ini baru satu bagian saja dari serangkaian paket performa yang bisa kita pilih. Belum termasuk komponen penunjang lainnya jika memang dibutuhkan.

Tak heran kalau variabel utama yang mempengaruhi perbedaan output hasil aplikasi piggyback adalah keahlian atau skil tuner dalam merancang campuran bahan bakar dan waKu pengapian buat mesin. Membangun ‘peta’ bahan bakarpengapian bukanlah hal mudah, butuh pengetahuan dan pengalaman

Piggyback yang beredar di Indonesia misalnya A’PEXI AFC NEO, Greedy e-Manage dan Dastek Unichip. A’PEXI AFC NEO bias dipakai di mobil VTEC maupun non-VTEC. NEO dilengkapi casing baru, layar monitor warna anti-glare serta mode pengesetan 8-point (easy) dan 16-point (pro). Umumnya akan punya rentang harga Rp. 3.5 – 10 juta

Supaya tidak membingungkan, di bawah ini beragam merek piggyback berikut fungsinya.

1. Dastek Unichip
Punya dua tipe, yakni Q dan Q+ yang punya banyak peminatnya. Apalagi fiturndi dalamnya sangat lengkap, dari mengatur fuel consumption, timing pengapian sampai boost controller-pun sudah tersedia di piggyback berharga sekitar Rp 5 jutaan

2. HKS Unichip
Kendaraan yang sudah di up grade disarankan menggunakan piggyback HKS F-CON Pro, harganya berkisar Rp 8 juta, sudah dilengkapi dengan turbo boost controller, speed limiter dan rev limiter. Pastinya, bagi penganut speed dan performance yang telah mengaplikasi trubochatged sangat cocok dengan peranti ini.

3.A’PEXi
Punya kelebihan mengatur mesin VTEC atau VVT-i dengan produk A’PEXi VAFC II ini bisa lebih irit dan speed lebih kencang. Lalu, ada juga A’PEXi AFC Neo dilengkapi layar LCD berwarna dan mudah dalam pengoperasian karena tidak menggunakan hardwere tambahan.

4. G-Reddy Management Unit
Semua peruntukkan modifikasi sudah ada di G-Reddy. Mulai dari G-Reddy E-Manage untuk porsi menengah sampai yang E-manage Ultimate yang khusus buat high performance, lalu G-Reddy V-Manage untuk mengatur mesin cerdas sekelas VTEC dan VVT-i yang mempunyai harga Rp 4 – Rp 8 juta.

Blitz R-Fit merupakan fuel controller yang bias diaplikasikandi hamper semua jenis mobil, khususnya buatan Jepang. Ia bias memungkinkan mengontrol kebutuhan bahan bakar yang paling pas buat mesin dan forced induction (turbocharger/supercharger) maupun normally aspirated (non-turbo). Ia punya kemampuan menyimpan 64 tuning map.

 

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>